Momen 3 : Bulan di Pucuk Cemara

Adikku,

Kini, kamu seorang remaja.
Saat remaja dulu, Kakak mempunyai impian.
Yah… sepertinya setiap orang punya bukan?
Mereka mempunyai impian, kadang satu, kadang banyak. Tentu saja tidak semua impian tersebut akan terwujud.

Momen 3 : Bulan di Pucuk Cemara


Nah, bila kamu juga telah memiliki sebuah impian, artinya kamu telah mempunyai sesuatu yang berharga. Jagalah mimpi itu agar ia tetap berada di hati dan pikiranmu. Jangan biarkan impianmu menghilang, pergi, atau mengkerdil.
Karena, tahukah kamu bahwa semua hal berawal dari mimpi?
Bahkan wujud dunia yang sekarang kita lihat adalah mimpi seratus tahun yang lalu. Tidak ada batasan untuk mimpi. Kamu bisa punya impian apa saja. Mencita-citakan apapun yang menurutmu itu adalah keinginanmu yang terdalam.

Tidak ada kata “tak wajar” untuk sebuah impian.

Bila mimpi masih terbelenggu dengan batas-batas kewajaran maka itu bukanlah mimpi.

“Teruslah bermimpi, adikku!”

Adikku,

Setiap masa dalam hidupmu adalah anugerah. Jangan pernah menyesali apa yang telah terjadi sehingga kamu tidak sempat untuk mensyukuri apa yang terjadi sekarang dan tak sempat pula merencanakan apa yang harus kamu lakukan untuk masa depanmu.

“Rencanakan apa yang akan kamu lakukan untuk meraih mimpimu dan lakukan semua rencana itu. Tak peduli beratnya.”

Adalah hal yang menarik untuk menyaksikan hasil dari setiap rencana yang telah kita buat. Setiap kejadian adalah akibat dari sebuah perbuatan. Tak pernah ada yang terjadi secara tiba-tiba.
Bahkan sebuah mukjizat adalah hasil dari kerja keras dan kesabaran yang luar biasa.
“Selalu bermimpi, Jangan pernah berhenti berharap. Harapan itu layaknya seekor burung yang indah yang sedang bertengger di jiwamu sembari terus menyanyikan lagu merdu sepanjang waktu.”

Adikku, 

Ada sesuatu dalam dirimu yang harus selalu kamu perhatikan. Peliharalah hal itu dan usahakan agar tiap hari selalu bertambah besar.

Dia adalah RASA INGIN TAHU.

Apapun yang nantinya kamu lakukan, profesi apapun yang akan kamu geluti nantinya, yakinkan bahwa RASA INGIN TAHU tetap menjadi bagian darimu.

Puaskanlah rasa itu agar ia betah berada dalam dirimu. Dia tidak akan merugikanmu.

Untuk memuaskan rasa ingin tahu memang tidak semudah memuaskan rasa yang lain, misalnya hasrat ingin dihargai, rasa ingin selalu pamer. Kamu akan dengan mudah memuaskan rasa itu hanya dengan membeli baju yang paling mahal di mall, paling keren, paling diminati saat ini.

Untuk memuaskan rasa ingin tahu pun tidak cukup hanya dengan membeli ini atau itu, membaca majalah x dan buku y, membuka situs blab la bla dot com atau berbicara dengan Mr. Whoka (who knows all).

Yang lebih penting dari itu, ada sesuatu dalam kepalamu yang harus tetap bekerja, walau dalam mimpi.
Jangan khawatir, kamu tidak akan merasa letih karenanya atau harus membayar upah lembur.

Ya benar!

Dia adalah otakmu.

Dia sudah berada dalam otakmu dengan komposisi dan struktur yang sangat sempurna. Pergunakanlah baik-baik dan puaskanlah dia.

Momen 3 : Bulan di Pucuk Cemara Momen 3 : Bulan di Pucuk Cemara Reviewed by Ainun Mahya on 6:31 PM Rating: 5

No comments:

Silakan Berkomentar dengan Bijak

Powered by Blogger.