Momen 4 : Sesaat Sebelum Lampu Kamarmu Padam

Adikku,

Remaja-remaja sepertimu sering terjebak menjadi seorang pemimpi tanpa visi. Maksudnya?

Banyak kata-kata bermakna kabur yang sering diucapkan oleh kalian tanpa benar-benar memahami jelas maksudnya. 
Contohnya, kamu pernah bilang, “aku ingin menjadi dokter.”
Kemudian Kakak bertanya, “Kenapa kamu pengen jadi dokter?”
Kamu menjawab, “Karena kalau jadi dokter pasti banyak duitnya.”

Nah, sadarkah kamu bahwa sebenarnya kamu TIDAK ingin menjadi dokter tapi hanya INGIN berduit banyak. Kamu harusnya bilang, “Aku ingin menjadi orang yang duitnya banyak.”

Momen 4 : Sesaat Sebelum Lampu Kamarmu Padam




Untuk menjadi orang yang berduit banyak, kamu tidak perlu menjadi dokter. Bahkan bukan tidak mungkin, saat kamu jadi dokter, kamu tidak akan pernah berduit banyak. Karena akhir-akhir ini, Kakak melihat perkembangan dalam dirimu yang mungkin tidak kamu sadari. 

Kamu menjadi seorang remaja yang sangat perasa. Hatimu sangat mudah tersentuh. Seperti daun putri malu yang langsung mengkerut jika disentuh.


Seperti kemaren sore….

Kakak mendapatimu sedang menangis sesenggukan. Air mata menganak sungai. Kakak begitu khawatir saat itu. Kakak tak pernah melihatmu menangis seperti itu, kecuali dulu, saat kamu menginginkan sebuah boneka yang bisa tertawa terbahak-bahak dan ibu kita tidak bisa membelikanmu. 

Ketika kakak bertanya kenapa, kamu menunjuk pada seekor kucing yang terluka kakinya dan berjalan terpincang-pincang. Kakak ingin tertawa. Tapi niat itu kakak urungkan. Bagaimana mungkin Kakak bisa tertawa sementara kamu sedang menangis sesenggukan. 
Kemudian kamu berlari ke warung sebelah dan kembali dengan kain perban dan obat luka. Kakak tahu, untuk membeli barang-barang itu, kamu menghabiskan uang yang ada di dompetmu. Kamu kemudian mengobati dan memperban kucing yang terluka itu.

Sekarang Kakak malah takut. Seandainya kamu tetap ingin menjadi dokter, kamu pasti tidak akan pernah punya duit banyak, dan tak akan pernah memikirkan dirimu sendiri. Dan mungkin saja, kamu bakalan tidak akan diterima di rumah sakit manapun, karena mereka tahu bahwa memperkerjakanmu tidak akan membawa keuntungan buat mereka. 

Kamu salah bila menganggap rumah sakit itu tidak mengambil keuntungan dari pasiennya.
Mereka tahu bahwa nyawa itu mahal. Orang-orang akan berani membelinya dengan harga berapapun, dengan apapun, bahkan dengan …. siapapun, asal tidak merugikkan mereka sendiri. 

Nyawa adalah barang lelang, dan tempat lelangnya adalah rumah sakit. Mereka akan memberikan nyawa itu kepada para penawar tertinggi.
“Mengapa bisa begitu, Kak?”
“Kakak terlalu berlebihan.”
“Tidak semuanya begitu.”

Entah siapa yang kamu maksud. Tapi kamu memang begitu. Selalu berprasangka baik terhadap siapapun.

Tidak baik selalu berprasangka baik pada orang lain namun kamu juga pasti akan kurus bila selalu menaruh curiga pada orang lain.


Momen 4 : Sesaat Sebelum Lampu Kamarmu Padam Momen 4 : Sesaat Sebelum Lampu Kamarmu Padam Reviewed by Ainun Mahya on 4:46 PM Rating: 5

No comments:

Silakan Berkomentar dengan Bijak

Powered by Blogger.