Robert Stroud : Si Manusia Burung dari Alcatraz

Robert Stroud : Si Manusia Burung dari Alcatraz
Metanews-id.com - Pada tanggal 21 Maret 1963, Alcatraz ditutup setelah beroperasi selama 29 tahun.
Berikut ini adalah cerita tentang salah satu narapidana yang terkenal paling sadis, terdakwa pembunuhan, Robert Stroud, lebih terkenal dengan Manusia Burung dari Alcatraz.

Dualitas seorang Robert Stroud adalah hal yang paling menarik. Di satu sisi ia dikenal sebagai seorang pembunuh sadis dan didiagnosa sebagai psikopat, namun dalam masa tahanannya yang hampir 5 dekade, dia dihormati dan dikenal sebagai Ahli Burung yang telah menulis 2 buku tentang burung Kenari dan penyakitnya.

Terlahir di Seatle pada tahun 1890, Stroud dibesarkan oleh seorang ayah pecandu alkohol dan kasar. Dia minggat pada usia 13 tahun, yang pada akhirnya berakhir di Alcatraz pada usia 18 tahun.

Pada tahun 1909 dia membunuh seorang bartender yang tidak membayar jasa PSK. Saat digiring ke penjara, dia menyerang rumah sakit dan menikam seorang tahanan. Setelah menerima hukuman tambahan selama 6 bulan karena aksi brutalnya tersebut, dia dipindahkan ke penjara di Kansas.

Di sana dia membunuh seorang sipir penjara karena tidak mengijinkannya menemui saudaranya selama jam kunjungan.

Pembunuhan tersebut membuatnya divonis hukum gantung.

Ibunya meminta keringanan hukuman, dan akhirnya Presiden Woodrow Wilson mengabulkannya dengan hukuman seumur hidup pada tahun 1920. 30 tahun ke depan adalah masa perubahan seorang pembunuh berdarah dingin ini.

Walaupun terkucil dalam sebuah penjara, Stroud sangat tertarik dengan burung Kenari dan akhirnya diijinkan untuk memelihara ratusan burung kenari di tahanan. Hasil pengamatannya selama bertahun-tahun terhadap burung Kenari ditulisnya dalam sebuah buku, Diseases of Canaries (1933).

Buku tersebut adalah bahan referensi penting tentang burung Kenari dan mendapat penghargaan dari para ahli burung.

Dengan segala pencapaiannya saat itu, ternyata kejahatan masih melingkupinya. Bertahun-tahun dalam masa pengamatannya tersebut, ternyata secara diam-diam Stroud mempergunakan alat-alat kerjanya untuk membuat alkohol di tahanan.

Karena itu akhirnya burung-burung dan peralatannya diambil. Stroud lalu menyibukkan diri dengan menulis tentang sistem perundang-undangan dan hukuman.

Pada tahun 1942, Stroud dipindahkan ke Alcatraz dan menghabiskan waktu 17 tahun sebelum akhirnya meninggal dunia.

Di tahun-tahun terakhirnya, diketahui ia belajar bahasa Perancis. Selain dikenal karena aksi bengisnya, Stroud sangat dihormati di tahun-tahun terakhirnya. Salah seorang hakim bahkan menyatakan bahwa Stroud adalah orang biasa dengan "Kecintaan yang Murni terhadap Burung".

Carl Sifakus, penulis The Encyclopedia of American Prisons menyebutnya sebagai "Otodidak yang cerdas dan seorang ahli burung".
Robert Stroud : Si Manusia Burung dari Alcatraz Robert Stroud : Si Manusia Burung dari Alcatraz Reviewed by Ainun Mahya on 1:39 PM Rating: 5

No comments:

Silakan Berkomentar dengan Bijak

Powered by Blogger.